Minggu, 14 Juni 2015

Apa Kabar?

Apa kabar? Semoga baik, tidak seperti cuaca belakangan. Mungkin yang turun dari langit tetap hujan, tapi aroma hujan saat melebur dengan debu, tanah, atau aspal, jadi sedikit lain. Ya, ini aroma petrichor, dibubuhi dengan berbagai macam rindu. Rindu  masakan mama, misalnya. Atau rindu pulang ke Indonesia, lebih tepatnya rindu pulang ke Indonesia yang damai dan aman dari huru-hara.

Sekarang sudah masuk pertengahan tahun 2015, tidak terasa, bersama semesta, kita juga ikut menua.
Menua tidak selalu berarti buruk, selama proses pendewasaan diri tetap berlanjut, selama niat dan amalan baik tidak pernah surut. Mari merenung, kita mudah sekali dialihkan dengan permasalahan dunia, sehingga kadang lupa kalau kubur adalah tujuan akhir kita.

Mungkin kita terlalu asyik dengan kesenangan-kesenangan pribadi kita, sehingga sangat mudah bagi pihak-pihak tertentu (terutama media) untuk mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang sebenarnya lebih penting untuk kita lihat, teliti, kritisi, dan kita tindak lanjuti, termasuk issue-issue politik negeri kita.

Politik bergejolak, alihkan saja dengan issue bakso tikus.
Politik bergejolak, alihkan dengan daging berpengawet mayat.
Politik bergejolak, alihkan dengan ayam tiren.
Politik bergejolak, alihkan dengan geng motor atau begal.
Politik bergejolak, alihkan dengan video porno pelajar, artis-artis cantik bookingan, atau beras plastik.
Politik bergejolak, negara kritis, oh ayo rame-rame kita support gadis-gadis remaja yang bernyanyi lagu terjemahan bahasa jepang yang liriknya aneh dan gak karuan.
Politik bergejolak, ekonomi sedang sulit-sulitnya, oh ayo kita goyang oplosan, goyang dribble, atau goyang dumang biar semuanya senang?

Atau kita perlu hebohkan lagi artis yang nikahannya masuk televisi? Atau dengan Ganteng-Ganteng Serigala?

Kapan kita mau move-on dari hal-hal murahan yang diciptakan oleh media kita? Kapan kita mau sadar dari kenyataan bahwa petinggi-petinggi/owner dari media-media di Indonesia adalah orang-orang yang memiliki kepentingan politik? Kapan?

Ayo lawan. Bersama. Yang masih belajar, belajarlah dengan tekun, jangan terlalu banyak hura-hura, karena tidak ada satupun tokoh besar di dunia ini yang sukses dengan kebiasaan berhura-hura di waktu muda.

Yang sudah bekerja, fokuslah bekerja dengan amanah, sedikit demi sedikit kikislah ego yang ada dalam diri dan mulai pikirkan kesejahteraan bersama, mulai dari kerabat, tetangga, hingga lingkungan masyarakat. Karena pada dasarnya kita semua terlahir dengan potensi menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.

Salam.


Selasa, 03 Juni 2014

"Art of Persistence"

Waktu itu kampus masih sepi, aku dateng termasuk yang paling pagi, duduk di ruang diskusi, sambil nyicil skripsi. Cuaca di luar dilihat dari jendela, lumayan cerah, aku cukup sumringah, selagi buka laptop dan buka browser aku berharap gak terlalu banyak nemuin berita yang mengandung muatan politik di Indonesia yang akhir-akhir ini semakin bikin gerah. Masuk ke Google, muncul Google Doodle dan surprise! Mainan kesayangan kita muncul disana :)

Apalagi kalo bukan rubik~

Liat kalender yang ada di laptop, itu bulan Mei tanggal 19 (5/19) dan menurut beberapa sources, rubik featured di Google pada tanggal itu karena bertepatan dengan angka 519 (ada 519 quintilion cara yang memungkinkan sebuah rubik untuk disusun). Kaget, selain kaget lihat rubik muncul, bisa dimainkan karena itu doodle interaktif, kaget juga karena nggak kerasa udah masuk akhir bulan Mei, dan gak lama pacar bakalan ulang tahun. 

Hampir lewat 2 minggu, aku tunda-tunda nulis ucapan selamat buat pacarku, tapi tanpa disengaja muncul sign lain yang ngingetin aku sama hari ulang tahun pacar, kali ini lewat tanggal kadaluarsa di segel bungkus roti tawar yang aku beli, dan bener-bener pas tanggal 3 Juni:

#MenolakLupa hahaha

Well, sekarang masuk ke part yang serius nih. Ehm. Kenapa rubik di awal entri? Walaupun muncul secara kebetulan, tapi aku bakal tetep pakai rubik buat melambangkan sebuah masterpiece, seni, karya yang muncul dari kegigihan seorang Ernő Rubik, si pencipta rubik, sehingga tercipta salah satu mainan terpopuler di dunia dengan 519 quintilion lebih cara untuk menyusun masing-masing sisi menjadi sama satu warna. Mainan yang juga "mustahil" untuk diselesaikan tanpa ketekunan orang yang memainkan. Lebih dari itu, mainan yang ninggalin kesan mendalam waktu kita ketemu buat kali pertama.   

Kalo kamu inget soal pertama kali kita ketemu, ternyata itu udah lumayan lama dan gak kerasa kita udah jalan bareng sampe usia kita sekarang sama-sama kepala dua :) perjalanan mungkin masih panjang, tapi semoga bisa sampai tujuan dengan saling berpegangan tangan dan mendoakan. Guru-guru kita di SD sering bilang lebih mudah meraih daripada mempertahankan, and that's true, soal hidup, soal cinta, adalah soal persistence, ketekunan serta kegigihan untuk mencapai sesuatu, serta konsistensi untuk mempertahankan nya. Mengutip perkataan Albert Ellis, "The art of love is largely the art of persistence." 

Ucapan? Selamat tinggal angka belasan, semoga yang bertambah bukan sekedar umur tapi juga kedewasaan. Senantiasa diberi limpahan berkah dari Tuhan, dimudahkan dalam segala urusan.

Pegang hidung, kedip-kedip ;) ;)


Happy birthday to You, happy birthday to You. I love You, I really do. Selamat ulang tahun yang ke-20 ya, pacar genit ;)